Patung Buaya Sebagai pengingat Bahaya

Exif_JPEG_420

Palu,(Sulawesi Tengah ),kalam.id – Dinas pariwisata kota palu (Dispar) membangun patung buaya disekitaran pantai talise atau yang sering warga kota palu sebut kampung nelayan,kelurahan talise,kecamatan mantikolore.

Media kalam.id mengkonfirmasi melalui Kepala Dinas pariwisata, Farid R Yotolembah Melalui via WhatsApp bahwasanya Patung buaya Itu hanya sekedar mengingatkan kepada masyrakat yang mandi dilaut kampang nelayan bahwa ada buaya disekitar situ mondar mandir sehingga harus hati -hati. Harapanya kedepan tempat kampung nelayan dijadikan wisata kesehatan.

Lanjut pak kadis menyapaikan Karena tempat itu sekitar 300 M. Mengandung kadar garam tinggi sehingga setiap pagi tempat itu penuh dgn orang tua yang sakit struk,jantung,diabetes,asam urat dll termasuk saya sendiri berhasil sembuh dari laut itu.Dulu saya penyakit jantung tahun 2010 mandi dilaut itu selama 3 bulan berturut turut tanpa berenti setelah periksa dokter hilang bengkaknya makanya saya merokok kembali tapi tetep mandi dilaut seminggu 2 kali pungkasnya.

Dikutip dari media hariansulteng.com bahwa patung tersebut menggunakan anggaran APBD dengan anggaran berkisaran 10 sampai 15 juta, Ujar kepala Dinas Pariwisata kota palu,Farid R Yotolembah, Selasa 24/01/2023.

Dalam hasil wawancara pengunjung pantai talise sore tadi mengatakan bahwa patung buaya tersebut sangat membantu kami agar lebih berhati hati lagi terhadap buaya yang berada disekitaran pantai.

Redaksi kalam.id

Pos terkait